Sabtu, 25 September 2010

Widyawisata 2010 SMA Negeri 1 Margahayu

20 April 2010

Selasa (20/4), seluruh siswa-siswi kelas sepuluh SMA Negeri 1 Margahayu melaksanakan program widyawisata yang telah direncanakan sebelumnya. Kami yang terdiri dari kelas sepuluh satu sampai sepuluh sembilan wajib mengikuti kegiatan ini, dan mengeluarkan biaya sebesar Rp210.000,-. Kami akan mengunjungi Kota Bogor dan Jakarta dengan menggunakan bus. Tempat tujuan kami antara lain Istana Bogor, Kebun Raya Bogor, dan Taman Mini Indonesia Indah.

Berawal dari berkumpul di lapangan sekolah jam 5 pagi saat langit masih gelap dan sang surya belum menampakkan diri sepenuhnya, kami berbaris per kelas dan mendapatkan pendahuluan dari Bapak Kepala Sekolah serta berdoa bersama atas keselamatan perjalanan nanti. Seragam batik merupakan seragam yang harus kami pakai awalnya. Namun, kami pun membawa seragam widyawisata berupa kaos dan celana untuk di pakai di salah satu tempat tujuan kami.



Telat kurang lebih satu jam, kami memulai keberangkatan sekitar pukul 06.30. saya bersama rekan-rekan sepuluh satu berada pada bus 1, sedangkan delapan bus lainnya diisi oleh kelas sepuluh dua hingga sepuluh sembilan. Dalam perjalanan, kami merasa senang dapat melakukan sebuah kegiatan bersama-sama di sebuah bus yang sempit. Kegiatan kami pertama agar tidak bosan adalah menonton sebuah film horror, menyeramkan!

Tak terasa dua jam dalam perjalanan, sampailah kami di tujuan pertama yaitu Istana Bogor. Sesampainya di sana, kami bergegas masuk dan berbaris rapih untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan, seperti mengelilingi istana, bercakap-cakap dengan guide, berfoto-foto dengan teman-teman, mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), dan masih banyak lagi yang kami lakukan. Setelah puas di Istana Bogor, kami kembali ke bus untuk berganti pakaian dan melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor yang letaknya tidak jauh dari istana, sehingga kami pun berjalan kaki.

Sesampainya di Kebun Raya Bogor, suasana sejuk dan nyaman menyambut kami para peserta widyawisata. Kami disuguhkan dengan berbagai tanaman dan pohon-pohon yang rimbun, membuat udara tidak sepanas di dalam bus. Kami berkeliling, mencari tempat-tempat yang cocok untuk dijadikan latar berfoto-foto. Sungguh kami sangat berminat berfoto ria karena ini merupakan momen yang sangat langka, sekali dalam setahun! Setelah berkeliling, kami masuk ke Museum Zoologi untuk mengerjakan tugas mengisi LKS yang telah diberikan guru di bus saat perjalanan menuju Bogor. Tawa, riang, canda, menghiasi setiap langkah kaki yang kami turunkan dan menyentuh muka bumi ini. Teramat bahagia!

Adzan dzuhur telah berkumandang, seluruh rombongan memutuskan kembali ke dalam bus untuk makan siang serta melanjutkan perjalanan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) , Jakarta. Adzan dzuhur yang telah berkumandang tadi membuat kami bingung harus melaksanakan ibadah bagaimana. Rekan-rekan yang lain ada yang melaksanakan shalat di dalam bus, namun ada pula yang berniat shalat sesampainya di TMII. Mengiringi perjalanan kami ke ibukota, suara-suara yang kami dendangkan beserta musiknya begitu meriah. Semua anak melambaikan tangannya ke atas dan bernyanyi sesuka hati dengan senyum lebar wajahnya yang tampak lelah namun masih bisa tertawa.

Selang waktu beberapa jam, kami telah sampai di tempat tujuan terakhir kami, TMII. Bergegaslah saya dan sebagian lainnya melaksanakan shalat dzuhur di sebuah masjid yang ada di sana. Air wudlu yang dibasuhkan pada wajah menyegarkan dan kembali memasok semangat untuk tugas terakhir.

Setelah melaksanakan shalat, saya dan teman-teman segera berjalan menuju Museum Indonesia yang terletak dekat dari masjid. Di dalam museum kami melihat berbagai macam kebudayaan yang berasal dari negara kita, Negara Indonesia, seperti berbagai pakaian adat, alat musik khas daerah, berbagai alat perang dan perhiasan, dan budaya-budaya lainnya. Kami pun menyempatkan mengambil beberapa foto yang mengambil setting di sana.

Bosan di Museum Indonesia, kami melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi wilayah rekreasi tersebut. Singkat waktu yang kami miliki, jadi kami memutuskan untuk bersepeda bersama. Saya dan rekan-rekan yang pada saat itu terdiri dari 9 orang memutuskan menjadi 3 kelompok untuk bersepeda menggunakan sepeda untuk 3 orang. Sepeda dengan dua roda di depan dan belakang serta rantai yang memanjang dari posisi 1, 2, dan 3 cukup membuat kami kewalahan mengendarainya. Bukan hanya letih, kami pun merasa ngeri karena kami belum bisa kontrol menjalankan sepeda tersebut. Sering kali kami berhenti sesaat di pinggir jalan untuk beristirahat atau karena takut jatuh dan menabrak orang-orang di sekitar. Sungguh berkesan menaiki wahana yang merogoh kocek Rp25.000 ini!

Bersepeda bertiga ternyata belum membuat kami puas. Kami pun kembali berkeliling dengan berjalan kaki. Tak sengaja tiba-tiba kami bertemu dengan teman-teman yang lain sehingga kelompok kami bertambah banyak. Tidak segan-segan saya pun langsung berbagi pengalaman bersepeda bertiga yang baru saja saya lakukan kepada teman-teman yang lain.

Haus yang kami rasakan. Memang, udara di Jakarta saat itu tidak bersahabat. Saya dan rekan-rekan pun tak kuat menahan dahaga yang begitu kuat, maka pergilah kami ke salah satu kedai yang jaraknya tidak jauh dari posisi kami berada saat itu.
Masih belum puas dengan es kelapa muda yang kami beli, rencana berbelanja souvenir pun menarik kami. Lalu, pergilah kami ke sebuah toko yang berada di depan mata. Kebanyakan, gelanglah yang kami beli. Selain harganya yang tidak terlalu mahal, kami pun dapat meminta si penjual untuk mengukir kata-kata dalam gelang tersebut. Tak ragunya, gelang yang tersisa tinggal sedikit lagi. Benar-benar menghebohkan!

Hujan turun mengiringi langkah kami berbelanja souvenir. Salah seorang Pembina telah mengirim kami pesan singlat yang berkata bahwa kami harus segera kembali ke bus karena akan segera melakukan perjalanan pulang. Namun, kami bingung harus bagaimana di tengah rintik-rintik hujan yang begitu derasnya mendampingi widyawisata ini. Waktu demi waktu berlalu, setelah hujan mereda kami pun sentak segera berlari sekencangnya menuju bus, khawatir tertinggal oleh yang lain dan kami tidak bisa pulang. Untunglah itu tidak terjadi. Bus belum berangkat dan sekuruh teman-teman yang sudah sampai terlebih dahulu mengkhawatirkan dan menanyakan kabar kami yang datang dengan keadaan basah kuyup. Mengharukan..

Bus mulai berjalan meninggalkan kota Jakarta. Hari sudah menampakkan gelapnya. Lampu-lampu menghiasi jalan yang ada. Teriakan-teriakan di dalam bus mampu meredam semuanya. Berbagai aktifitas yang telah kami lakukan di hari yang melelahkan itu kembali diceritakan dan mengundang gelak tawa antara kami. Malam itu pun diisi oleh salah seorang teman kami yang pandai bercerita yang memulai kisahnya dari hal-hal yang berbau mistic. Kegiatan itu langsung membuat suasana hening dan mencekam, namun terkadang dipecahkan oleh anak-anak yang tertawa. Ricuh sekali! Semakin larut, rasa mengantuk pun hadir di sela-sela hembusan nafas letih dari hidung kami. Waktu malam itu tak terasa.

Perjalanan malam menuju Bandung benar-benar membuat kami rindu. Rindu akan suasana yang setiap hari kami lewati. Namun hari Selasa, 20 April 2010 tak kalah menyenangkan dengan hari-hari kami sebelumnya. Dan pengalaman ini tak dapat kami lupakan esok dan selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar