Minggu, 11 April 2010

Kepemimpinan

Menurut yang saya dapatkan di sebuah pengarahan dalam salah satu acara SMA Negeri 1 Margahayu (3 Oktober 2009), kepemimpinan yaitu pengaruh antar pribadi dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu. Selain itu sikap kepemimpinan juga dapat ditampilkan dengan mengatur proses aktivitas kelompok dan merupakan kemampuan seni atau teknik untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan sukarela.

Pacaran? Boleh ga sih?!!

Haha, firstly yang namanya pacaran itu apa sih? Temen-temen udah tau belum nih? Menurut artikel yang telah saya baca di salah satu situs internet, pacaran adalah “sesuatu yang muncul pada masa pubertas dengan proses adanya ketertarikan terhadap lawan jenis serta berusaha membina hubungan sebagai persiapan sebelum menikah untuk menghindari terjadinya ketidakcocokan dan permasalahan pada saat sudah menikah.”

Apa kalian pernah ngerasain yang namanya pacaran?? Haha.. menurut saya sih boleh-boleh aja asalkan ga kelewat batas! Tau kan apa maksudnya? (HARUS TAU DONG!!!)

Tempe Bagi Kesehatan

Siapa yang tidak mengenal tempe?? Tentu saja setiap masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan kudapan yang satu ini. Tempe merupakan panganan hasil fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus.

Sering kali kita memandang sebelah mata terhadap kudapan lezat ini. Namun, ternyata berada dibalik kesederhanaannya itu, justru ia memliki berjuta gizi yang baik untuk kesehatan tubuh kita!

Murah, sederhana, dan mudah didapat, penilaian yang cocok untuk tempe sendiri. Tempe memiliki nilai cerna yang lebih baik dibanding nenek moyangnya, kedelai, jadi cocok sekali untuk diberikan pada semua umur.

Salah Kira..

Acil menuju warung belakang sekolah sesaat setelah bel tanda bubaran berbunyi, berniat membeli minuman setelah kelelahan dan kehausan belajar sepanjang hari. Di sana, dia bertemu dengan Mona, Putri, dan Dafa.

Acil : Hey, ada apa gerangan yang menjadikan rekan-rekan tak berniat pulang segera?
Mona : Seperti biasa, makan dulu sebelum perut kita ini meraung-raung bunyinya.
Putri : Haha, iya nih.. Kita seperti orang kelaparan saja..
Dafa : Lalu, apa yang akan kamu lakukan di sini?
Acil : Sama seperti kalian.. Aku ingin menyembuhkan dahagaku..

(Lantas, Acil pun segera menemui pemilik warung tersebut.)

Acil : Teh, susu Frisian Flag satu ya..
Teteh : Sip, mau yang rasa apa?
Acil : Vanilla saja sepertinya.
(beberapa saat kemudian..)
Teteh : Nih susunya..
Acil : Makasih teh.. (sambil memberikan uang dua ribuan)

(Si pemilik warung lalu beranjak duduk pada sebuah kursi yang tak jauh berada di dekatnya. Sedangkan Acil hanya berdiri terpaku seolah kebingungan)

Acil : Teh, kembaliannya mana?
Teteh : Apa maksudnya? Bukankah uang yang kamu berikan sebesar dua ribu rupiah?
Acil : Sebentar teh.. (sambil memeriksa sakunya)
Teteh : Nih, di sini hanya tersisa uang dua ribu rupiah yang tadi kamu beri.
Acil : Oh iya teh!! (sambil berparas malu) Memangnya harga susu ini berapa?
Teteh : Dua ribu..
Acil : Oh.. Berarti kembali gope kan teh?
Teteh : Lho???????????????

Orang-orang tertawa terbahak-bahak saat sang pemilik warung kembali pada kursinya. Sementara itu, Acil lari terbirit-birit sambil memasang muka merah kemalu-maluan.

PR-ku Belum!

Bel tanda masuk belum berbunyi. Gege berparas khawatir dan penuh teka-teki. PR fisikanya belum sempat dia kerjakan. Malamnya dia bergadang menonton spak bola favoritnya. Pagi itu dia beranjak dari sadarnya dan menghampiri rekan-rekannya untuk menanyakan PR
.
Gege : Mi, kamu kan pintar fisika. Aku lihat PRmu dong.. Bolehkah? Ku mohon..
Rahmi : Belum, Ge.. Sama sekali!
Gege : Yaah.. Kalo kamu, Tan?
Intan : Boro-boro, pusing tau!
Gege : Sama saja kamu mah, Tan!
Intan : Biarin!
Gege : Bel, kalau kamu pasti sudah. Iya kan? Ayah kamu kan guru fisika. Pastinya kamu diajarin untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan Pak Talimin bukan?
Nobel : Beuh, urang ge teu apal mun aya PR!
Semua : Gubrak!!!!!!!!

Akhirnya, semua orang di sana mengerjalan PR bersama sambil tertawa karena sama-sama belum mengerjakan PR. Bagi mereka hari itu sangatlah menguntungkan, karena sang Bapak Guru tidak ingat akan PRnya, melainkan membahasnya bersama murid-murid.