Sabtu, 25 September 2010

Menjelang PROAKSI

Jumat-Sabtu, 30 April s/d 1 Mei 2010

Jumat (30/4), setelah tiga hari sebelumnya saya dan rekan-rekan OSIS 34 SMA Negeri 1 Margahayu melakukan aktivitas mendekor lingkungan sekolah, pada hari ini pun kami memutuskan untuk melanjutkan kembali pekerjaan kami yang sempat terhenti sebelumnya. Meskipun telah dikerjakan sebelumnya, namun hari ini pun cukup melelahkan sebab masih ada berjuta hutang tugas lainnya yang belum bisa kami selesaikan kemarin dan acaranya akan diadakan besok. Yah, memang sudah menjadi resiko kami sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kami sering kali mengadakan berragam acara. Acara kami kali ini adalah sebuah pekan olahraga dan seni yang berjudul PROAKSI III serta memiliki tema “Heritage of Indonesia”. Acara yang diselenggarakan kali ini lebih menyita waktu, tenaga, pikiran, dan tentunya biaya, dibandingkan dengan kegiatan kami sebelumnya, Bulan Bahasa.


Acara ini memakan waktu kurang lebih 3 bulan, karena perlombaan yang kami adakan teramat banyak. Mulai dari perlombaan olahraga (basket, voli, futsal), olimpiade, dan berbagai ajang seni.

Namun, yang tengah kami persiapkan hari ini merupakan persiapan sub acara PROAKSI III kedua terakhir sebelum puncak acara yang akan dilaksanakan minggu depan, yaitu berisi kegiatan lomba modern dance antar SMA se-Bandung raya.
Banyak! Banyak sekali yang harus kami persiapkan hari ini. Kami harus mendekorasi arena perlombaan (lapangan dan panggung terbuka), menyiapkan ruangan yang akan dijadikan tempat para peserta dance, membersihkan lingkungan sekolah, menyelesaikan berbagai administrasi, berjalan ke sana kemari begitu sibuknya. Terasa dalam pikiran dan benak banyak sekali yang ada, semuanya bertumpuk bercampur bersatu padu. Tapi saya ingat, jika saat ini saya lemah dan tak melakukan sedikitpun hal, saya akan menilai diri saya sendiri seorang yang tak memiliki guna. Sebuah tantangan rasanya memikul tanggung jawab yang besar seperti ini. Namun, tetap semangat!
Sehabis waktu shalat jumat hingga adzan maghrib berkumandang, kerja keras dan usaha penuh mengiringi langkah kami dibarengi niat dan senyuman tentunya. Detik-detik yang kami lewati seakan terbayar dengan tetesan keringat yang mengucur pada pipi kami dan terjatuh. Namun, perjuangan belum berakhir di sini, esok masih menunggu dan kami belum kalah, dan belum menang pula. Waktunya beristirahat sejenak, kumpulkan energi untuk acara besok yang teramat penting.

(1/5) Perlombaan dance se-Bandung raya dimulai. semua paniitia memakai ID Card bergegas menuju lapangan. Kami benar-benar optimis acara ini akan sukses, dan harus! Namun sayang, saya tidak bisa lama-lama di sekolah untuk mengurusi acara ini. Pukul 9 saya harus berangkat ke Cibiru, tepatnya ke SLBN 1Cirebon untuk pendaftaran LKHBSO (Lomba Keterampilan Hasil Belajar, Seni, dan Olahraga) dalam bidang cerdas-cermat MIPA. Sungguh pilihan yang sulit, di lain sisi saya sangat ingin memakai ID card itu.
Sepulangnya sungguh hal yang menggembirakan. Acara sukses katanya. Saya kembali ke sekolah, di sana sepi. Mungkin orang-orang sudah pulang dan acara telah beres dari tadi. Okelah, yang penting kami sukses. Alhamdulillah..

(8/5) Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu belakangan ini. Mengapa tidak? Kerja keras yang kami limpahkan kemarin harus dituntaskan hari ini. Hari yang menyimpulkan suatu organisasi berhasil atau tidaknya adalah aktifitas yang mereka laksanakan. Puncak PROAKSI!
Yeah, PROAKSI is beginning !
This is our big show hey ?
Saya sangat optimis tentunya, apalagi dengan persiapan kami yang selama ini memang cukup juara, hehe. Apalagi dengan seorang pemimpin yang mati-matian memperjuangkan suksesnya acara ini, Amalia Dwi Utami.
Acara berlangsung dari pagi hari sekitar pukul sembilan. Datang pagi-pagi ternyata tidak mampu menurunkan gairah semangat kami yang sebelumnya telah membara, dengan berlabel panitia tentunya, kami pakai ID Card PROAKSI III !! this is so cool man ! hahaha.. Kami tidak dibayar, kami tidak diminta, kami hanya memberi partisipasi semampu kami dengan apa yang kami bisa, kebersamaan ! Yah, inilah kebersamaan ke 35 orang anak-anak OSIS SMANSAMAR (kurang lebih), yang mampu mengapresiasikan diri dalam hal-hal yang membangun eksistensi sekolah kami.
Acara demi acara terlampaui dengan lancar. Saya sendiri yang bertugas memantau bazar ikut berbangga. Sana-sini tapak kaki kami berbekas, setetes-setetes keringat bercucuran, di mana-mana orang-orang berkata, ‘Kapan bintang tamunya ?’
Sabar!
Ini belum berakhir sayang.
Adzan berkumandang, istirahat sejenak.
Mulai kembali.
Festival band dilanjutkan, band dan band yang tampil berhasil memukau penonton dengan seksama.
Clik..clik..clik..
Tampaknya langit mendung dan air menetes dari lukisan akbar sang pencipta.
Hujan.
Kami menghentikan dulu acara dan berharap ini takkan bertahan lama.
Kami menunggu dan menunggu, namun hujan tak kunjung selesai. Ayolah matahariku, bersinarlah kembali!
Air hujan banyak sekali, seperti itulah kami menghitung detik demi detik yang tak terkendali. Dan akhirnya yang membuat hati saya sakit adalah cetusan para penonton, ‘Udahlah bubarin aja!’
‘-‘
Tak terpikirkan sebelumnya apa yang terjadi pada acara kami. Kawan, mana penantian kalian? Katanya mau nunggu gueststarnya.. mereka hanya berjalan menuju gerbang.
Hey!
Ingin sekali rasanya saya berteriak. Ingin rasanya untuk memaksa. Sekali ini saja ya tuhan. Jangan biarkan mereka kecewa.
Kami mulai menyadari, factor yang menunjang suksesnya acara ini bukan hanya dari persiapan kami yang sudah matang, namun sang penguasa alam lah yang memberi kita kesempatan untuk kami meraih kesuksesan itu atau tidak.. Tuhan berkata lain nampaknya.. Yang penting kami sudah bertawakal..
Tenda yang digunakan untuk dewan juri basah, air merembas, kami tak tega melihat orang tua kami di sana basah kuyup. Bergegas saya dan seorang rekan saya (lisa adhariani) mencari payung ke sana kemari. Dapat! Kami yang notabene adalah perempuan tidak malu dan tidak merasa hina untuk berlari menuju tenda, memberikan payung, lalu membenahi gubuk indah kami tersebut. Byur! Air menyiram saya dari ujung kepala hingga kaki. Sudah cukup, yang penting bu guru sudah ada di tempat yang aman. Good job!
Kami kembali ke backstage.
Air kembali menetes.
Tetesan demi tetesan mengalir dari wajah teman-teman yang sangat begitu muram. Ya Allah.. apalagi ini? Wulan, ute.. dalam hati ingin sekali menemaninya untuk menangis, biarlah, biar jadi beban bersama. Tapi, saya sadar ga berguna tangisan itu, sekarang yang terpenting adalah tidak mengecewakan rekan-rekan satu sekolah kami. Bagaimana?
Langkah-langkah itu berbunyi. Langkah-langkah yang terdengar menakutkan untuk kami ketahui. Semua tentu berharap ini akan menjadi moment yang tak terlupakan. Yeah, acara di cancel!
Semua pulang, tinggal kami.
Baju biru berlabel “OSIS 34”, dan dengan sentuhan batik mega mendung yang basah melekat pada tubuh lelah kami. Sepatu kami basah, rambut , wajah, dan penampilan kami tak karuan sudah. ID cardku luntur terkena air hujan tadi sewaktu membetulkan tenda. Yang penting jiwa raga kami tak pupus oleh kekecewaan.
The show is over, and..
The show must go on!
Saya menangis dalam hati hingga rasanya sesak sekali. Lapar, haus, letih, ngantuk, semua menjadi satu ditambah oleh rasa yang pedih.
Para pemimpin kami masih sempat tersenyum.
‘Acara kita sukses !’ katanya.
Saya tahu jika itu hanya sebagai penutup rasa kecewa dan beliau-beliau tetap bersemangat.
Inikah seorang pemimpin? Inikah yang mereka tetap lakukan walau dalam kegagalan?
Saya ingat kami masih sempat tertawa saat mendekor area sebelum hari H. Tapi tertawaan kami kali ini sungguh berbeda.
Mungkin ini karena motif mega mendung yang kami pakai. Sstt.. Gaboleh bersuudzon !
Kami ikhlas ya Allah.. walau kami kini dihadapi oleh alasan sentimental terhadap salah satu rahmatMu, hujan..
Cukup !
Cukup untuk mengasihani diri kami sendiri !
The show must go on !
Kami sukses!
Sukses menciptakan kerjasama, kebersamaan yang telah terjalin! Kini hanya OSIS yang bisa seperti ini.. terraih harapan kami untuk menjadikan ini semua sebagai moment yang tak terlupakan, selain sebagai bahan intropeksi tentunya bagi OSIS-OSIS selanjutnya..
I love you, PROAKSI!
I love you, OSIS!

0 komentar:

Posting Komentar