Sabtu, 25 September 2010

Love Love Love

Kenyataanku yang sempat terhenti kini kembali melangkah dan mulai menampakkan senyumnya.
Ku dekap sang surya dari fajarnya dan mengantarkannya kembali di saat petang menjelang.
Hari-hari begitu sempurna..
Bersama alunan waktu dan hembusan nafas ini, jantungku berdetak dalam ruas-ruas tulangnya yang pipih.
Kerap kali detakan-detakan itu bersuara semakin kencang ketika seorang duduk di samping tubuhku yang tengah menggigil dan ia pasangkan jemarinya di sela-sela jariku yang mungil dengan eratnya.
Sentuhan tangannya hangatkanku, menguatkanku akan segala pilu yang hadir dalam dentang masa demi masa yang menderu, yang mengikis batinku saat aku terjatuh..
Tatapan mata yang berada dalam arah pandangku menarik diri ini dalam dekapannya dan yakinkan aku untuk bangun berdiri dari keterpurukan dan jalani hari-hari esok yang lebih baik.
Benar memang, “Berdua lebih baik!” dan kini ku tahu itu..
Sesakku perlahan menghilang, dan seluruh kebingungan yang ada mengalir deras kembali pada penciptanya.
Dia adalah atmosferku, selalu ada kapan pun dan di mana pun aku butuhkan. Berharga..
Memberi kehidupan yang nyata. Seolah aku adalah manusia paling beruntung yang pernah ada..
Memiliki, mencintai, dan menyayangi seorang yang begitu sempurnanya di mataku. Seorang yang berucap atas ketulusannya menggenggam hati dan perasaan ini..


Ya Allah..
Maafkanlah bila aku termasuk salah satu hambaMu yang takabur karena merasa beruntung telah memilikinya..
Ya Allah..
Maafkan bila aku adalah hambaMu yang peminta, yang selalu inginkan dia tuk terangi hati yang gelap ini..
Ya Allah..
Dan bila aku berada di antara orang-orang yang suka mengeluh, ampuni aku..
Aku kan berusaha..
Takkan mengeluh dan menyesal..
Dan juga bersyukur atas segalanya yang telah aku miliki hingga saat ini..
Harusnya aku menyadari bahwa dia adalah malaikat tak bersayap yang kau kirim untuk nyanyikan lagu cintanya untuk ku dengar..
Anugerah terindah yang pernah ku miliki yang sempat kau simpan dalam helaian nafasku..
Yang mampu basuh raga dan batinku untuk tegar hadapi peliknya ujian dariMu..
Beri aku waktu..
Untuk mencintainya sepenuh hatiku..
Menyayanginya sekuat jiwaku..
Menjaganya hingga akhir waktu..
Kemarin, saat ini, besok, dan seterusnya..

“Ku ingin slamanya mencintai dirimu sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku.. Ku ingin slamanya ada di sampingmu menyayangi dirimu sampai waktu kan menjemputku..”

0 komentar:

Posting Komentar