Minggu, 11 April 2010

Tempe Bagi Kesehatan

Siapa yang tidak mengenal tempe?? Tentu saja setiap masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan kudapan yang satu ini. Tempe merupakan panganan hasil fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus.

Sering kali kita memandang sebelah mata terhadap kudapan lezat ini. Namun, ternyata berada dibalik kesederhanaannya itu, justru ia memliki berjuta gizi yang baik untuk kesehatan tubuh kita!

Murah, sederhana, dan mudah didapat, penilaian yang cocok untuk tempe sendiri. Tempe memiliki nilai cerna yang lebih baik dibanding nenek moyangnya, kedelai, jadi cocok sekali untuk diberikan pada semua umur.



Tempe tidak hanya dikenal di masyarakat kita, namun kini telah mendunia. Banyak kaum vegetarian yang memanfaatkan tempe sebagai sumber gizi pengganti daging. Di Eropa, pabrik-pabrik tempe muncul pertama kali di negara kincir angina, Belanda. Kemudian dirintis oleh para pendatang asal Indonesia. Bahkan negara-negara maju pun seperti Amerika, Eropa, dan lainnya mulai menggemari tempe. Menurut sumber yang saya dapatkan, di tahun 1984 tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang.

Tempe mengandung berbagai zat yang diperlukan oleh tubuh, seperti protein, mineral, enzim, lemak, vitamin, dan masih banyak lagi. Selain sebagai sumber nutrisi, tempe pun memiliki khasiat sebagai pencagah penyakit, di antaranya adalah:
1.Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
2.Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
3.Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
4.Penanggulangan anemia. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
5.Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
6.Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol.
7.Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
8.Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.
9.Mencegah timbulnya hipertensi.
10.Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.

Di samping kegunaan tempe yang telah dipaparkan di atas, menurut Henry Chang dalam bukunya Longevity Through the Organic Lifestyle (1999), tempe merupakan makanan awet muda karena mempunyai kriteria:
a.Meningkatkan daya tahan dan kebugaran tubuh konsumennya.
b.Menghambat atau menunda munculnya penyakit degeneratif.
c.Mengurangi berbagai penyakit terkait gizi.
d.Memperpanjang harapan hidup konsumennya.
e.Makanan tanpa efek samping (selain kenyang).

Kalori yang dimiliki tempe adalah 157, cukup rendah bila dibandingkan dengan kudapan lain yang sebanding. Namun dengan perbandingan nasi : tempe yaitu 7 : 3, ini sudah cukup memenuhi gizi kita.

Lalu, tunggu apa lagi?
Jangan takut untuk menyantap kudapan lezat tur menyehatkan ini! Apabila merasa bosan, mudah, kita dapat mengolahnya denagn berbagai cara sehingga menimbulkan variasi baru untuk masakan tempe.
Negara-negara maju saja menggemari tempe, mengapa kita tidak?

0 komentar:

Posting Komentar