Menurut yang saya dapatkan di sebuah pengarahan dalam salah satu acara SMA Negeri 1 Margahayu (3 Oktober 2009), kepemimpinan yaitu pengaruh antar pribadi dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu. Selain itu sikap kepemimpinan juga dapat ditampilkan dengan mengatur proses aktivitas kelompok dan merupakan kemampuan seni atau teknik untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan sukarela.
Sedangkan menurut Bapak Amin Wijaya selaku Kepala Sekolah, “Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain agar sesuai dengan tujuan yang diharapkannya."
Tujuan dan peran seorang pemimpin menurut James A.F. Stonen di antaranya adalah:
-Bekerja dengan orang lain
-Tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan
-Menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
-Berpikir analitis dan konseptual
-Mediator
-Politisi dan diplomat
-Membuat keputusan yang sulit
Sedangkan menurut Henry Mintzberg, di antaranya:
-Peran hubungan antar perorangan
-Fungsi peran informal
-Peran pembuat keputusan
Prinsip dasar kepemimpinan :
-Seorang yang belajar seumur hidup
-Berorientasi pada pelayanan
-Membawa energi yang positif
-Percaya pada orang lain
-Keseimbangan dalam kehidupan
-Hidup sebagai tantangan
-Latihan mengembangkan diri sendiri
“Silih asah, asuh, asih”, adalah slogan yang tepat bagi seorang pemimpin menurut Bapak Amin Wijaya pada kesempatan tersebut.
Ada beberapa gaya kepemimpinan beserta cirinya, di antaranya:
>Otoriter : tidak menghargai hak orang lain, tujuan cepat tercapai.
>Demokratis : lambat mencapai tujuan, didukung oleh banyak pihak.
Masa Bodoh
Tujuan seorang pemimpin menurut garis besarnya tentu saja mencapai visi dan misi. Visi adlah tujuan yang diharapkan oleh seorang pemimpin dalm kurun waktu tertentu. Misi adlah cara atau langkah-langkah yang akan ditempuh oleh seorang pemimpin untuk mencapai visi yang diharapkan. Sedangkan, strategi adalah cara mengatur pelaksanaan misi agar visi tercapai.
Sikap kepemimpinan pun sering dijumpai berbagai kendala, seperti terbatasnya Simber Daya Manusia (SDM), dan minimnya financial atau dukungan.
P : Planning
O : Organizing
A : Actuating
C : Controling
Apabila ada rekan-rekan pembaca yang berniat menambahkan, menyanggah, maupun memberikan kritik dan sarannya, sangat saya tunggu. Dan sebagai penulis hal ini sangat diharapkan dalam upaya intropeksi dalam hal-hal yang membangun.

0 komentar:
Posting Komentar