Minggu, 11 April 2010

Salah Kira..

Acil menuju warung belakang sekolah sesaat setelah bel tanda bubaran berbunyi, berniat membeli minuman setelah kelelahan dan kehausan belajar sepanjang hari. Di sana, dia bertemu dengan Mona, Putri, dan Dafa.

Acil : Hey, ada apa gerangan yang menjadikan rekan-rekan tak berniat pulang segera?
Mona : Seperti biasa, makan dulu sebelum perut kita ini meraung-raung bunyinya.
Putri : Haha, iya nih.. Kita seperti orang kelaparan saja..
Dafa : Lalu, apa yang akan kamu lakukan di sini?
Acil : Sama seperti kalian.. Aku ingin menyembuhkan dahagaku..

(Lantas, Acil pun segera menemui pemilik warung tersebut.)

Acil : Teh, susu Frisian Flag satu ya..
Teteh : Sip, mau yang rasa apa?
Acil : Vanilla saja sepertinya.
(beberapa saat kemudian..)
Teteh : Nih susunya..
Acil : Makasih teh.. (sambil memberikan uang dua ribuan)

(Si pemilik warung lalu beranjak duduk pada sebuah kursi yang tak jauh berada di dekatnya. Sedangkan Acil hanya berdiri terpaku seolah kebingungan)

Acil : Teh, kembaliannya mana?
Teteh : Apa maksudnya? Bukankah uang yang kamu berikan sebesar dua ribu rupiah?
Acil : Sebentar teh.. (sambil memeriksa sakunya)
Teteh : Nih, di sini hanya tersisa uang dua ribu rupiah yang tadi kamu beri.
Acil : Oh iya teh!! (sambil berparas malu) Memangnya harga susu ini berapa?
Teteh : Dua ribu..
Acil : Oh.. Berarti kembali gope kan teh?
Teteh : Lho???????????????

Orang-orang tertawa terbahak-bahak saat sang pemilik warung kembali pada kursinya. Sementara itu, Acil lari terbirit-birit sambil memasang muka merah kemalu-maluan.

0 komentar:

Posting Komentar