Haha, firstly yang namanya pacaran itu apa sih? Temen-temen udah tau belum nih? Menurut artikel yang telah saya baca di salah satu situs internet, pacaran adalah “sesuatu yang muncul pada masa pubertas dengan proses adanya ketertarikan terhadap lawan jenis serta berusaha membina hubungan sebagai persiapan sebelum menikah untuk menghindari terjadinya ketidakcocokan dan permasalahan pada saat sudah menikah.”
Apa kalian pernah ngerasain yang namanya pacaran?? Haha.. menurut saya sih boleh-boleh aja asalkan ga kelewat batas! Tau kan apa maksudnya? (HARUS TAU DONG!!!)
Nah, yang penting kita ambil positifnya aja, iya ga? Seperti salah satunya belajar untuk memahami seseorang khususnya lawan jenis sehingga kita punya pengalaman untuk nantinya, selain itu menurut buku yang berjudul “Dampak Pacaran Bagi Kalangan Remaja” pacaran yang sehat dan bertanggung jawab tuh:
1.Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara terbuka, jujur, mau berterus terang dengan perasaan kita terhadap tingkah laku pacar. Siap nerima kritik dan kompromi.
2.Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan sayang. Tidak menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuannya.
3.Saling menyesuaikan. Kalau dalam proses ini terlalu sering ribut, maka perlu mempertimbangkan kemungkinan berpisah.
4.Tidak melibatkan aktivitas seksual karena dapat mengaburkan proses saling mengenal dan memahami satu sama lain.
5.Mutual dependensi, masing-masing merasakan adanya saling ketergantungan satu sama lain. Oleh karena itu, diharapkan kita dan pacar mampu melengkapi kekurangan, sedangkan kelebihan yang dimiliki diharapkan mampu menutupi kekurangan pasangan.
6.Mutual respect, saling menghargai satu sama lain dalam posisi yang setara.
Nah loh, tapi dibalik ini semua, ternyata pacaran juga punya dampak.. mau tau?
Prestasi sekolah
Pacaran bisa menurunkan atau meningkatkan prestasi belajar kita. Prestasi meningkat biasanya karena semangat belajar yang naik akibat ada pacar yang senantiasa memberikan dorongan dan perhatian atau karena ingin membuktikan kepada orangtua bahwa meskipun kita pacaran prestasi belajar kita tidak terganggu.
Prestasi belajar bisa menurun jika ada permasalahan yang cukup berat hingga mengganggu konsentrasi dan gairah untuk belajar atau lebih senang menghabiskan waktu bersama sang pacar daripada belajar.
Pergaulan sosial
Pergaulan sosial dengan teman sebaya maupun lingkungan sosial sekitar bisa menjadi meluas atau menyempit. Pergaulan menjadi sempit kalau kita lebih banyak menghabiskan waktu hanya berdua, enggak gaul lagi dengan teman lain. Makin lama biasanya kita menjadi sangat bergantung pada pacar kita atau sebaliknya dan tidak memiliki pilihan interaksi sosial lainnya. Hubungan dengan keluarga pun biasanya menjadi renggang karena waktu luang lebih banyak dihabiskan dengan pacar.
Bisa stress
Hubungan dengan pacar tentu saja tidak semulus yang semula diduga karena memang ada perbedaan karakteristik, latar belakang, serta perbedaan keinginan dan kebutuhan. Hal itu menyebabkan banyak sekali terjadi masalah dalam hubungan. Biasanya hal itu akan menguras energi dan emosi serta menimbulkan stres hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Berkembang perilaku baru
Pacaran dapat bermakna munculnya perilaku yang positif atau sebaliknya muncul perilaku negatif. Pacaran bisa membantu orang mengembangkan perilaku yang positif kalau interaksi yang terbentuk bersifat positif, sedangkan interaksi yang kurang mendukung tentu saja lebih memungkinkan terbentuknya perilaku negatif.
Misalnya, pacaran dengan orang yang jago motret. Maka, bukan tidak mungkin kita akan tertular barang sedikit. Atau pacaran dengan orang yang sangat peduli sama orang lain dan penolong, maka kita yang tadinya cuek bisa saja tertular. Begitu pula pada kelakuan yang negatif.
So, pacaran?? Terserah kalian deh.. bias kalian pertimbangkan setelah baca tulisan ini okee!!

1 komentar:
hhahhaha . aku pusing sama yg namanya CINTA . hho
artikelnya baguss tun !
like this laah !
=)
Posting Komentar